Tuesday, September 11, 2007

Tentang Pisau Dapur

One day, saya sedang mengiris bawang merah untuk bawang goreng. Teman saya bertanya heran “Kok bisa ngiris bawang merah tipisnya sragam dan cepat... gimana caranya? Ngga takut teriris tangannya?”
Di hari yang lain, kakak saya main ke rumah bersama anak & asistennya. Dia minta tolong si mbak ngupasin nanas. Begitu mulei ngupas si mbak hampir njerit pas ngliat pisau saya meluncur mulus membabat kulit nanas yang keras “Aduuh... tajem benerrr.... sampe kaget” Hihihiyy...
Banyak yang bertanya rahasia saya memotong, mengiris bahkan merawat pisau. Benernya ngga susah, cuman startingnya harus bener yaitu saat membeli pisau. Pilih pisau yang baik, bahannya bagus, posisinya lurus. Sisanya tinggal rajin2 maintain si pisau saja. Saya sendiri belajar masalah pisau ini dari Abah. Hehehe.... maklum, tukang sapi hahahaha... Disini saya share beberapa tips berkaitan dengan pisau.

Bahan.
Pilih bahannya stainless steel yang kokoh. Warnanya berkilau LEMBUT, BUKAN berkilau kinclong. Yang kinclong menandakan bahannya gampang berkarat (bukan stainless steel murni). Kalo mata pisaunya (bagian tajamnya) dijentik2 dengan keras bunyinya trringg... sringg... nyaring.

Pegangan Pisau.
Pilih berbahan kayu karena mantap di tangan, tidak mudah lepas meski tangan sedang basah. Kalopun bukan berbahan kayu, pilih bahan ebonite bertekstur agar tidak licin. Ebonite merupakan semacam bahan hard plastic yang tahan panas, biasa dipake sebagai pegangan alat2 masak seperti wajan mopun panci. Ebonite yang bagus juga tidak licin di tangan meskipun tidak bertekstur.

Kelurusan.
Teliti lurus tidaknya bilah pisau. Pisau yang bagus hasil potongannya lurus sesuai arah tekanan. Pisau yang jelek hasilnya miring. Cara meliha: Pegang pisau dengan posisi ujungnya lurus ke depan, intip tepat dari belakang gagang pisau. Kalo ujung pisau tidak terlihat maka pisau bener2 lurus, tapi kalo ujungnya atau bahkan bodinya terlihat, hasil potongannya pasti miring!

Ujung Pisau Chopper/Sayuran.
Pilih yang model ujungnya runcing & mata pisaunya sedikit melekuk keatas, nyaman dipake saat chopping sayuran/bawang. Choppingnya dilakukan dengan mengayunkan pisau naik turun bertumpu pada lekukan tersebut, atau mengiris pake ujung pisau sambil ditekan di talenan & digeser kebelakang, hasilnya lebih cepat & rapi dengan ketebalan yang nyaris seragam. Pilih pisau yang cukup lebar & tebal, dahsyat buat main geprak! Ngupas bawang putih cukup sekali geprak aja, kulitnya langsung terpisah.

Pisau Daging.
Pilih piso yang persegi, lebar & tebal (mirip golok), dengan sisi tumpulnya bergerigi. Gerigi ini berguna untuk mukul2/menipiskan daging sekaligus ngeprak tulang ayam sebelum dipotong.

Pisau Buah/Kupas.
Untuk mengupas buah & sayuran, pilih pisau yang kecil agar mudah dipegang & digerak2kan dengan cepat & lincah.

Pisau Ukir/Carving.
Untuk membuat garnish yang cantik dari buah dan sayuran gunakan pisau khusus carving, ukurannya kecil dengan ujung mata pisau yang melengkung ke bawah. Ujung melengkung dan runcing ini sangat tajam dan sangat membantu sekali untuk menggurat, menyayat dan membuat cerukan pada sayur dan buah. Hal seperti ini akan cukup sulit dan menyita waktu bila dilakukan dengan pisau biasa.

Diasah!!
Sebagus apapun pisaunya kalau tidak dirawat ya tetep aja payahhh... Pisau daging lebih cepat tumpul daripada pisau sayur/buah. Kalo setiap hari dipakai dengan volume tinggi, pisau daging perlu diasah tiap 2-3 hari sekali sementara pisau sayur/buah cukup 2-3 minggu sekali. Saya mengasahnya manual pakai batu asah.

Menyimpan Pisau.
Kalau pisau tidak dipakai dalam jangka waktu lama, setelah diasah & dicuci bersih harus dilap sampai kering trus diolesin minyak goreng tipis2 saja. Serap kelebihan minyak dengan tissue sambil digesek ringan. Bungkus rapat bilah pisau dengan papertowel, simpan di tempat aman.
Untuk penyimpanan sehari-hari cukup dicuci bersih dengan air sabun setiap selesai dipakai dan segera keringkan dengan lap.

No comments: